Ada seorang anak yang dalam hidupnya selalu senang. Setiap waktu dia selalu mendapatkan hal yang dia mau dan dia juga memiliki banyak teman.Tetapi ditengah-tengah kebahagiaannya dia ditimpa musibah yaitu ibunya meninggal dunia karena sakit. Sejak saat itu dia menjadi lebih pendiam dan sering melamun aku tahu semua hal itu karena dia sering bercerita padaku dan aku selalu ada untuknya. Sekarang dia sudah SMA dan dia sudah mempunyai banyak
sekali teman dan dia selalu bahagia bersama temannya tetapi, kenapa setiap aku melihat anak itu dia selalu terlihat murung dan memikirkan sesuatu hal, dan dia selalu seperti berusaha menjauh dariku. dia selalu berkata kepadaku bahwa dia ingin sekali lagi bisa melihat bintang ditempat yang tinggi dan sepi dan melihat bayangan wajah ibunya yang telah tiada dan setiap bicara tentang orangtua aku sempat melihat air mata mengalir
dipipinya tetapi dia tersenyum manis menengik kearahku bagiku dia adalah orang hebat yang bisa menjalani hidupnya dengan senang hati dibalik kesedihannya yang telah kehilangan ibu. Dia pernah bercerita kepadaku, kehilangan ibu itu sesuatu yang sangat menyakitkan apalagi kau kehilangan ibumu saat didalam kandungan atau saat kau kecil, saat kau tidak tahu apa-apa itu sangat menyakitkan bagiku. Tapi satu yang selalu bisa membuatku selalu tersenyum dan membuat diriku menjadi bersemangat kembali yaitu kata-kata terakhir dari almarhumah ibuku yaitu '' jadilah yang lebih baik dariku nak... '' jika mendengar dan mengingat kata itu aku sering menangis.
Mendengar omongannya itu aku serasa merinding mengingat aku masih memiliki orangtua yang utuh dan senantiasa memberikan kasih sayang yang banyak kepadaku tapi aku sering mengabaikannya dan tidak menghiraukannya. Aku masih beruntung dibandingkan anak yang lainnya yang diusia mudanya tidak bisa merasakan hangatnya kasih orangtua.
sekali teman dan dia selalu bahagia bersama temannya tetapi, kenapa setiap aku melihat anak itu dia selalu terlihat murung dan memikirkan sesuatu hal, dan dia selalu seperti berusaha menjauh dariku. dia selalu berkata kepadaku bahwa dia ingin sekali lagi bisa melihat bintang ditempat yang tinggi dan sepi dan melihat bayangan wajah ibunya yang telah tiada dan setiap bicara tentang orangtua aku sempat melihat air mata mengalir
dipipinya tetapi dia tersenyum manis menengik kearahku bagiku dia adalah orang hebat yang bisa menjalani hidupnya dengan senang hati dibalik kesedihannya yang telah kehilangan ibu. Dia pernah bercerita kepadaku, kehilangan ibu itu sesuatu yang sangat menyakitkan apalagi kau kehilangan ibumu saat didalam kandungan atau saat kau kecil, saat kau tidak tahu apa-apa itu sangat menyakitkan bagiku. Tapi satu yang selalu bisa membuatku selalu tersenyum dan membuat diriku menjadi bersemangat kembali yaitu kata-kata terakhir dari almarhumah ibuku yaitu '' jadilah yang lebih baik dariku nak... '' jika mendengar dan mengingat kata itu aku sering menangis.
Mendengar omongannya itu aku serasa merinding mengingat aku masih memiliki orangtua yang utuh dan senantiasa memberikan kasih sayang yang banyak kepadaku tapi aku sering mengabaikannya dan tidak menghiraukannya. Aku masih beruntung dibandingkan anak yang lainnya yang diusia mudanya tidak bisa merasakan hangatnya kasih orangtua.


0 Responses so far.
Posting Komentar