sebuah coretan tinta

disinilah aku berbagi cerita diriku dan apa yang ingin aku sampaikan dan dakwahkan

salam


Pages

jam

cbox

Aku seorang manusia yang dianugerahi nama oleh Allah melalui orang tuaku. Nama yang kata orang unik, membingungkan lucu, bahkan imut. Ya. Namaku adalah LILITA EKA YOLANDHA PRASETYAWAN. Aku hanyalah seorang manusia pembelajar yang hadir ditengah-tengah manusia-manusia yang lainnya, yang memiliki misi untuk menuntun mereka untuk kembali kepada jalan yang lurus, yaitu Jalan Allah. Tujuanku hidup sama seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an Surat Adz- Dzariat ayat 56. Yaitu beribadah kepada Allah. Bicara tentang kelebihan. Tidak banyak yang aku tahu. Kalau kata orang sih. Aku ini pinter nggambar. Tapi kalau menurutku sih aku ini jagonya yaa menulis. Mungkin sudah bakat atau mungkin kemempuan yang tidak sengaja kuperoleh dari kebiasaanku mengamati lingkungan dan respon kehidupan yang terjadi di bumi ini. Kalau bicara tentang hobi. Yang pertama sih travelling. Terus baca buku. Buku apa saja. Bisa novel, komik, buku tentang pengetahuan populer atau buku-buku tentang agama. Aku ingin berkenalan dengan kalian semua. Karena itu kunjungilah selalu blog ini. insyaAllah jikalau aku sempat aku akan mengisinya dengan isian yang bermanfaat. Mungkin cukup sekian tentang diriku. Tengtang aku yang masih labil dan tidak jelas ini. Terima kasih karena sudah mau membaca tulisanku yang morat-marit kemana-mana ini. Mungkin sampe ke Jerman yaa. Kalau Amerika udah mainstream sih. Hehe. Salam Kenal dan semoga sukses semua. Semangat menulis dan tetap gerakkan roda dakwah islam.






                                                                                                      Dari Iwan.

Yogyakarta, 25 Sept 2015
                                                                                                                       Teruntuk Kalian Para
                                                                                                                       Calon Penghuni Surga
                                                                                                                     
  Amiin.


Label:

          
Melayang bebas tanpa arah dan tujuan dan berada dilangit yang penuh dengan kekosongan dan kehampaan. Itulah yang sedang kualami saat ini. Melihat dunia ini seakan takut untuk membuka mata. Dimasa ini sangat banyak kejadian-kejadian yang seakan merupakan pertanda bahwa dunia ini akan segera berakhir. Saat itu aku hanya berkata kepada Allah. ya Allah, aku masih belum siap untuk pergi kembali ke pangkuanMu. Ya Allah, aku masih ingin menimba ilmu lagi dan memperbanyak amalan ibadahku kepadaMu. Ya Allah, aku meminta kepadamu, panjangkanlah umurku, lapangkanlah rezekiku, dan kuatkanlah fisikku untuk terus selalu mendakwahkan ajaran islam dan bisa menjadi seorang khalifatul ardh.
            Berharap agar permohoanku itu dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak banyak yang kuinginkan saat ini. Hanya aku ingin terus bisa dekat dengan Allah. Sesaat sempat terbersit dipikiranku seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dan sempat membuat hari-hariku menjadi manis semanis madu. Namun, karena beberapa hal aku terpaksa harus menjauh darinya. Mungkin sekarang dia masih marah kepadaku karena tindakanku yang seenaknya menghilang dari dunianya yang kala itu sedang penuh dengan bunga. Menjadikan dunianya yang penuh dangan bunga tiba-tiba menjadi gersang dan kering kerontang dan dipenuhi oleh kabut yang hitam pekat. Maaf. Maaf sekali. Aku tahu kalau dia sakit. Aku tahu kalau dia sedih. Tapi. Sekali lagi maaf. Maaf sekali. Aku melakukan ini bukan karena aku ingin menyakitinya tetapi demi menjadikan diriku lebih pantas untuk menjadi suaminya kelak dimasa depan. Jika Allah menghendaki.

Label:

Buletin At-Tauhid edisi 37 Tahun XI
864154_eid-ul-adha-bakra-eid-greeting-cards-2012-wallpapers-pictures-facebook-azha_jpeg5961512cd1d09c2385b0045976653109
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Sebelumnya kita akan simak hadits berikut, dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya adalah bulan hari raya: bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Karena itu, sudah selayaknya kita bangun motivasi yang besar untuk beramal di bulan Dzulhijjah, sebagaimana motivasi kaum muslimin untuk beramal di bulan Ramadhan. Terutama di tanggal 10 Dzulhijjah, yang merupakan kesempatan istimewa bagi kaum muslimin karena ketika itu mereka sedang melaksanakan perintah Allah di surat al-Kautsar (artinya), “Kerjakanlah shalat untuk Rabmu dan sembelihlah qurban.”

Agar suasana hari raya Idul Adha kita semakin berkah, mari kita pelajari setiap sunnah yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ber-Idul Adha.
Pertama, Dilarang berpuasa di hari raya
Dari Abu Sa’id al-Khudzri radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang puasa pada dua hari: hari Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Ahmad dan Muslim). Imam an-Nawawi mengatakan: “Para ulama telah sepakat tentang haramnya puasa di dua hari raya sama sekali. Baik puasanya itu puasa nadzar, puasa sunah, puasa kaffarah, atau puasa yang lainnya. (Syarah Shahih Muslim karya an-Nawawi).

Kedua, jangan sampai tidak hadir shalat Id
Shalat Id hukumnya wajib bagi setiap muslim. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah, salah satu pendapat Imam Ahmad, dan pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam dan Ibnul Qoyim. Dalil pendapat ini adalah sebagai berikut:
1. Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melaksanaknnya. Karena sejak shalat Id ini disyariatkan pada tahun kedua hijriyah, beliau senantiasa melaksanakannya sampai beliau meninggal.
2. Kebiasaan para khulafa ar-Rosyidin setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini menunjukkan bahwa shalat Id merupakan ibadah yang sangat disyariatkan dalam Islam.
3. Hadits Ummu ‘Athiyah radliallahu ‘anha, bahwa beliau mengatakan, “Kami diperintahkan untuk mengajak keluar gadis yang baru baligh, gadis-gadis pingitan, dan orang-orang haid untuk menghadiri shalat Idul Fitri dan Idul Adha….(HR. Bukhari dan Muslim). Adanya perintah menunjukkan bahwa itu wajib, karena hukum asal perintah adalah wajib
4. Shalat Id merupakan salah satu syiar Islam yang paling besar.


Oleh: Lilita Eka Yolandha Prasetyawan



                Mungkin waktu itu adalah waktu paling berharga dalam hidupku. Dia hadir ditengah kekosongan dan kehampaan dalam hidupku. Seorang yang begitu berarti yang membuat hariku jadi penuh warna. Penuh canda tawa dan kesenangan.
Namun, saat itu aku memang telah membuat keputusan. Keputusan yang mungkin menurutmu itu salah. Aku sebenarnya tahu apa yang kamu rasakan. Aku tahu rasa sakitmu. Aku tahu kamu bingung. Aku tahu kamu marah dan kesal. Kesal dan sedih karena orang yang telah datang ke duniamu dan membuat hari-harimu jadi lebih berwarna tiba-tiba berpaling tanpa seucap katapun yang diucapkan, meniggalkanmu tanpa mempedulikan perasaanmu.
Egois menurutmu diriku, Iya. Egois sekali memang keputusanku saat itu. Tidak memikirkan perasaanmu yang sudah membuka hati untukku. Tetapi, tahukah kamu alasan sebenarnya aku mulai menghilang perlahan dari duniamu saat itu ?. Bukan maksudku memberimu harapan palsu belaka. Bukan juga hanya untuk ajang permainan.