sebuah coretan tinta

disinilah aku berbagi cerita diriku dan apa yang ingin aku sampaikan dan dakwahkan

salam


Pages

jam

cbox



Hai teman, bagaimana kabarmu disana ? apakah kamu baik saja disana ? sudahkah kamu mendapat teman-teman yang baik disana ? sudahkah kamu mendapat sahabat yang baik disana ? sudahkah kamu memiliki dunia yang baru disana ? aku sangat yakin pasti jawabannya 100 persen, iya.
Tapi apakah kamu masih ingat denganku ? masih ingatkah kamu dengan orang yang sempat membuat hari-harimu sedikit berarti, mungkin ? masih marahkah kau dengan diriku ini ? apakah kamu sudah puas dan bahagia dengan keputusan yang kamu buat sekarang ? kurasa jawabannya juga iya.
Aku tidak menyalahkanmu kalau kamu sampai pergi dari hadapanku dan membuang semua kenangan tentang dirimu dari benakmu. Aku tidak menyalahkanmu yang mulai saat itu juga menghindari diriku.
Aku tahu, ini adalah keputusanku, dan sebagai seorang pria sejati aku harus mampu mengambil keputusan dan menerima semua konsekuensi yang aku dapat dari keputusan yang aku buat. Tetapi sebegitu marahnya kah dirimu terhadap diriku ? aku tahu kalau perkataan maaf tidak bisa menyelesaikan semuannya.
Aku tahu kalau tindakanku saat itu telah menyisakan luka yang berbekas dihatimu. Tetapi, kenapa kamu tidak sedikitpun membalas sapaan dan perkataanku ? aku coba menghubungimu tetapi tidak pernah kau respon, aku selalu mengucapkan barakallah fii umrik di setiap ulang tahunmu tetapi kau tidak penah menanggpinya. Disaat terakhir kita bertemupun kau tidak sedikitpun menoleh padaku.
Aku tahu kalau kamu masih marah padaku, atau mungkin kamu hendak mengetes diriku apakah diriku masih peduli padamu atau tidak. Aku tidak tahu harus menyebutmu apa. Apakah teman ataukah sahabat ? maafkan aku karena aku lari darimu dan tidak membalas perasaanmu waktu itu.
Aku benar-benar minta maaf. Tetapi, aku juga bererimakasih karena dirimu juga aku bisa seperti sekarang ini, mungkin kaupun juga meyadarinya, kalu kita sama-sama sukses dibidang masing-masing. Kau dengan ilmu kimiamu dan aku dengan ilmu agamaku. Hehe.
Aku sempat berfikir kalau seumpama hubungan kita masih seperti dulu pasti kita adalah pasangan duet yang hebat karena kita bisa menggenggam dunia ditangan kita bersama, dan kita juga bisa merubah dunia yang kacau ini dengan ilmu yang kita miliki.
Tapi apa boleh buat. Angan-angan itu hanya akan selamanya menjadi angan-angan yang tidak akan pernah terwujud. Hanya akan menjadi sebuah kenangan yang akan selalu kuingat sepanjang usia hidupku.
Kamu boleh melupakanku, tetapi satu hal yang harus kamu ketahui bahwa sampai sekarangpun aku masih tetap mencintaimu dan menyayangimu walaupun kamu sudah tidak merasakan hal yang sama.
Tidak mengapa kalau sekarang hanya aku yang menyimpan kenangan indah sekaligus pahit ini. Aku akan selalu ingat dengan dirimu dan mendo’akanmu dimanapun kamu berada.
Karena kalau nantinya memang kita tidak akan bertemu lagi aku berharap kamu mendapat orang yang lebih dan lebih baik lagi daripada diriku. Aku juga berharap kalau nantinya aku bisa bersanding dengan dirimu.


Buletin At-Tauhid edisi 40 Tahun XICinta-Kerana-Allah
Cinta adalah sesuatu yang tidak akan habis jika dibahas dan dikupas. Karena setiap orang memiliki pengertian dan gambaran masing-masing tentang cinta. Namun pembahasan kali ini akan membahas cinta makhluk kepada Sang Khaaliq. Rasa cinta dalam Islam disebut juga dengan Mahabbah.
Mencintai Allah termasuk ibadah, bahkan hakikat ibadah itu sendiri. Seandainya seorang hamba melakukan ibadah tanpa adanya rasa cinta, maka ibadah tersebut tidak akan pernah terasa nikmat. Berbeda jika seseorang melakukan ibadah dengan rasa cinta kepada Allah, maka ia akan mendapati manisnya iman dalam ibadahnya.

Salah satu Pelatihan ICT hari ini membuat mail merge, Pengumuman untuk kelas Jumat sesi 3 Ruang Tr 2 libur selama UTS.

UTS 19-30 OKTOBER
MASUK LAGI 6 NOVEMBER 2015 jam 13.00 Training 2

Jum'at tanggal 09 Oktober 2015

Belajar membuat surat resmi lengkap dengan header dan footer, Selain itu kami juga belajar bullet and numbering. File latihan masih tersimpan dalam folder PC no 01 Ruang Training 1. Pada file tersebut juga ada simbol dan rumus :)

Label:

“Dinamika Kerukunan Antarumat Beragama”
Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Dalam rangka mensyukuri kelahiran ke 64 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengadakan kegiatan Bedah Buku “Dinamika Kerukunan Antarumat Beragama” yang berlangsung pada hari Senin, 28 September 2015, dimulai pada pukul 09.00 s/d 11.30.00 WIB, bertempat di Ruang Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jl. Marsda Adisucipto, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini terselenggara






Berikut beberapa fikih mengenai jamaah yang meninggal ketika sedang melakukan ibadah haji dan umrah:
1. Jika meninggal ketika ihram:

    Dimandikan dengan air bercampur daun bidara atau hal yang membuat harum semisal sabun
    Dikafani dengan dua potong kain diriawayat lainnya dengan kain ihramnya
    Tidak diberi wewangian
    Tidak ditutup kepala dan wajahnya
    Akan dibangkitkan hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah

Hal ini karena mereka akan dibangkitkan dihari kiamat sebagaimana keadaan orang yang berihram, yaitu tidak memakai wangi-wangian, tidak ditutup wajahnya. Adapun memandikan dengan bidara tujuannya agar jasad tetap harum ketika memandikan dan sabun semisal dengan bidara.1

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

بينما رجل واقف بعرفة، إذ وقع عن راحلته فوقصته، أو قال: فأقعصته، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: اغسلوه بماء وسدر، وكفنوه في ثوبين -وفي رواية: في ثوبيه- ولا تحنطوه -وفي رواية: ولا تطيبوه- ، ولا تخمروا رأسه ولا وجهه ، فإنه يبعث يوم القيامة ملبيا

“Ketika seseorang tengah melakukan wukuf di Arafah, tiba-tiba dia terjatuh dari hewan tunggangannya lalu hewan tunggangannya menginjak lehernya sehingga meninggal. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Mandikanlah dengan air yang dicampur daun bidara lalu kafanilah dengan dua potong kain – dan dalam riwayat yang lain: “ dua potong kainnya “- dan jangan diberi wewangian. Jangan ditutupi kepala dan wajahnya. Sesungguhnya ia akan dibangkitkan pada hari kiyamat nanti dalam keadaan bertalbiyah.”2
2. Pahala haji dan umrahnya ditulis hingga hari kiamat