Mungkin
waktu itu adalah waktu paling berharga dalam hidupku. Dia hadir ditengah
kekosongan dan kehampaan dalam hidupku. Seorang yang begitu berarti yang
membuat hariku jadi penuh warna. Penuh canda tawa dan kesenangan.
Namun, saat itu aku memang telah
membuat keputusan. Keputusan yang mungkin menurutmu itu salah. Aku sebenarnya
tahu apa yang kamu rasakan. Aku tahu rasa sakitmu. Aku tahu kamu bingung. Aku
tahu kamu marah dan kesal. Kesal dan sedih karena orang yang telah datang ke
duniamu dan membuat hari-harimu jadi lebih berwarna tiba-tiba berpaling tanpa
seucap katapun yang diucapkan, meniggalkanmu tanpa mempedulikan perasaanmu.
Egois menurutmu diriku, Iya. Egois
sekali memang keputusanku saat itu. Tidak memikirkan perasaanmu yang sudah membuka
hati untukku. Tetapi, tahukah kamu alasan sebenarnya aku mulai menghilang perlahan
dari duniamu saat itu ?. Bukan maksudku memberimu harapan palsu belaka. Bukan
juga hanya untuk ajang permainan.
Aku
serius. Benar. Aku tidak bohong. Aku benar-benar serius dengan perasaanku
kepadamu. Mungkin menurutmu aku hanya ada sedikit rasa saja kepadamu. Padahal
tidak. Kamu salah. Aku sangat mencintai dan menyayangimu. Kalau waktu bisa
diulang.
Aku ingin menjelaskan semuanya kepadamu.
Menjelaskan semua hal yang menjadi teka-teki bagimu. Aku akui, aku memang orang
yang mungkin dimata orang bisa dibilang cerdas atau apalah. Tapi, dalam hal
perasaan aku jujur, aku paling bosoh dan paling tidak
mengerti . Aku masih bingung mengatasi berbagai persoalan yang datang silih
berganti.
Aku bisa membaca apa yang
dipikirkan orang lain. Tapi aku selalu bingung harus berbuat apa. Kalau kamu
memperhatikan lagi, saat itu karena keadaan jugalah yang memaksaku untuk
menjauh darimu. Saat itu aku diharuskan untuk memilih. Memilih diantara Ilmu
Allah atau Dirimu. Aku bingung. Aku takut. Takut kehilangan Allah, dan juga
takut kehilanganmu.
Saat itu yang aku pikirkan bukan Cuma
kamu. Tapi masih ada Allah. Tidak mungkin aku mengesampingkan Allah dengan
makhluk. Aku mohon mengertilah. Saat itu aku bingung harus memilih yang mana.
Keduanya sama-sama sangat berpengaruh dan penting dalam hidupku. Sebelumnya aku
hanyalah orang yang tahu bersenang-senang saja.
Hanya tau di dunia itu hanya bermain sesukanya
saja tanpa ada yang mengatur. Aku tahu ada Allah. Tapi waktu itu aku tidak
mengerti dan mengetahui siapa itu Allah. Kemudian datanglah seseorang ke dalam
duniaku yang kelam itu.
Orang
itu datang mengajakku untuk mulai mengenal Allah. Dan memperkenalkanku perihal
siapa itu Allah. Perlahan akupun mulai mengerti, apa maksud dan tujuan kita,
umat manusia diciptakan di bumi ini dan kemana tujuan terakhir kita. Mulai dari
situlah akupun merasa senang dekat dengan Allah. Hati dan perasaanku menjadi
tenang dan hidupku pun terasa damai.

0 Responses so far.
Posting Komentar