sebuah coretan tinta

disinilah aku berbagi cerita diriku dan apa yang ingin aku sampaikan dan dakwahkan

salam


Pages

jam

cbox


Oleh: Lilita Eka Yolandha Prasetyawan



                Mungkin waktu itu adalah waktu paling berharga dalam hidupku. Dia hadir ditengah kekosongan dan kehampaan dalam hidupku. Seorang yang begitu berarti yang membuat hariku jadi penuh warna. Penuh canda tawa dan kesenangan.
Namun, saat itu aku memang telah membuat keputusan. Keputusan yang mungkin menurutmu itu salah. Aku sebenarnya tahu apa yang kamu rasakan. Aku tahu rasa sakitmu. Aku tahu kamu bingung. Aku tahu kamu marah dan kesal. Kesal dan sedih karena orang yang telah datang ke duniamu dan membuat hari-harimu jadi lebih berwarna tiba-tiba berpaling tanpa seucap katapun yang diucapkan, meniggalkanmu tanpa mempedulikan perasaanmu.
Egois menurutmu diriku, Iya. Egois sekali memang keputusanku saat itu. Tidak memikirkan perasaanmu yang sudah membuka hati untukku. Tetapi, tahukah kamu alasan sebenarnya aku mulai menghilang perlahan dari duniamu saat itu ?. Bukan maksudku memberimu harapan palsu belaka. Bukan juga hanya untuk ajang permainan.

                Aku serius. Benar. Aku tidak bohong. Aku benar-benar serius dengan perasaanku kepadamu. Mungkin menurutmu aku hanya ada sedikit rasa saja kepadamu. Padahal tidak. Kamu salah. Aku sangat mencintai dan menyayangimu. Kalau waktu bisa diulang.
 Aku ingin menjelaskan semuanya kepadamu. Menjelaskan semua hal yang menjadi teka-teki bagimu. Aku akui, aku memang orang yang mungkin dimata orang bisa dibilang cerdas atau apalah. Tapi, dalam hal perasaan aku jujur, aku paling bosoh dan paling tidak mengerti . Aku masih bingung mengatasi berbagai persoalan yang datang silih berganti.
Aku bisa membaca apa yang dipikirkan orang lain. Tapi aku selalu bingung harus berbuat apa. Kalau kamu memperhatikan lagi, saat itu karena keadaan jugalah yang memaksaku untuk menjauh darimu. Saat itu aku diharuskan untuk memilih. Memilih diantara Ilmu Allah atau Dirimu. Aku bingung. Aku takut. Takut kehilangan Allah, dan juga takut kehilanganmu.
Saat itu yang aku pikirkan bukan Cuma kamu. Tapi masih ada Allah. Tidak mungkin aku mengesampingkan Allah dengan makhluk. Aku mohon mengertilah. Saat itu aku bingung harus memilih yang mana. Keduanya sama-sama sangat berpengaruh dan penting dalam hidupku. Sebelumnya aku hanyalah orang yang tahu bersenang-senang saja.
 Hanya tau di dunia itu hanya bermain sesukanya saja tanpa ada yang mengatur. Aku tahu ada Allah. Tapi waktu itu aku tidak mengerti dan mengetahui siapa itu Allah. Kemudian datanglah seseorang ke dalam duniaku yang kelam itu.
                Orang itu datang mengajakku untuk mulai mengenal Allah. Dan memperkenalkanku perihal siapa itu Allah. Perlahan akupun mulai mengerti, apa maksud dan tujuan kita, umat manusia diciptakan di bumi ini dan kemana tujuan terakhir kita. Mulai dari situlah akupun merasa senang dekat dengan Allah. Hati dan perasaanku menjadi tenang dan hidupku pun terasa damai.

                

Label:

0 Responses so far.

Posting Komentar